surat untuk sang ibu
beratus sudah surat itu tertulis. hanya bisa ditulis dan dibaca kembali. tanpa tau kapan bisa di baca oleh wanita yang di panggil ibu. agar sosok mulia itu tau, betapa rindu sudah berkarat
menjadi musafir dan penjelajah bumi untuk mencari sebuah sorga… di bawa naungan telapak kaki seorang ibu
malam yang mendengung….
seakan mengehentakan jiwa yang kosong
mengiris potongan terahir hati yang tingal sisa kepingan belaka…
yang tersisa hanya untuk sang ibu
berkatalah hati kembali malam ini
taukah kau ibu bahwa anak mu sudah dewasa kini
anakmu telah bisa mengenal cinta
anakmu telah mengenal kecewa
anakmu telah mengenal dosa
anakmu kini ada di sini…
yang selalu termangu disaat melihat ibu-ibu lainya
yang selalu tertegun di saat ibu-ibu lainya merbicara tentang anak laki-laki mereka
yang teriris pilu di saat kerinduan hanya menggantung tanpa terpaut
duhai dunia kemanakah kau sembunyikan ibuku…
adakah kau menaruh simpati untuk membawa satu jiwa
membasu kaki seorang ibu dengan air matanya yang telah di tampung bertaun lamanya
bawalah…kan ada dekapan terindah untuknya
takan bertanya lagi jiwa yang teluka….
March 15th, 2007 at 2:46 am
hiks..hiks…
nice.. itu baelah..
March 15th, 2007 at 2:55 am
makkk jang si yanti mah…apo lah komen dia neh…ndak ngeri..akuuuu