surat untuk sang ibu

beratus sudah surat itu tertulis. hanya bisa ditulis dan dibaca kembali. tanpa tau kapan bisa di baca oleh wanita yang di panggil ibu. agar sosok mulia itu tau, betapa rindu sudah berkarat

menjadi musafir dan penjelajah bumi untuk mencari sebuah sorga… di bawa naungan telapak kaki seorang ibu

malam yang mendengung….

seakan mengehentakan jiwa yang kosong

mengiris potongan terahir hati yang tingal sisa kepingan belaka…

yang tersisa hanya untuk sang ibu

berkatalah hati kembali malam ini

taukah kau ibu bahwa anak mu sudah dewasa kini

anakmu telah bisa mengenal cinta

anakmu telah mengenal kecewa

anakmu telah mengenal dosa

anakmu kini ada di sini…

yang selalu termangu disaat melihat ibu-ibu lainya

yang selalu tertegun di saat ibu-ibu lainya merbicara tentang anak laki-laki mereka

yang teriris pilu di saat kerinduan hanya menggantung tanpa terpaut

duhai dunia kemanakah kau sembunyikan ibuku…

adakah kau menaruh simpati untuk membawa satu jiwa

membasu kaki seorang ibu dengan air matanya yang telah di tampung bertaun lamanya

bawalah…kan ada dekapan terindah untuknya

takan bertanya lagi jiwa yang teluka….

2 Responses to “surat untuk sang ibu”

  1. yanti Says:

    hiks..hiks…
    nice.. itu baelah..

  2. Rendy Says:

    makkk jang si yanti mah…apo lah komen dia neh…ndak ngeri..akuuuu

Leave a Reply