PENCURI
07032007
jam 11 aku baru sampai di rumah Aku lelah sekali. Mataku berat. Tak sabar aku ingin menghepaskan tubuh ku berbaring. Dengan setengah tenaga aku melemparkan ransel dan topiku dikasur. Aku membaringkan tubuh ku di lantai yang beralaskan karpet abu-abu. Ku ambil hp dari saku jelana ku. Setelah mengetik beberapa sms, aku mencoba memejam kan mataku. Rasa lelah sekali. Aku tertidur didekat jendela. Tanpa sadar apa jendela itu sudah tertutup apa belum dan aku tak sempat memperhatikan jika tirainyapun setengah tertutup. Ah, aku capek tak terpikir di benaku saat itu. Bahwa akan kedatangan tamu tak di undang…
Hingga sesuatu membangunkan aku. Tidak lah sulit bagiku untuk terjaga jika ada suara sekecil apapun. Telingaku menangkap bunyi yang berkemerisik tepat di atas kepalaku, setengah sadar aku mebuka kelopak mataku, astaga…aku langsung melompat dari lantai demi melihat sebuah tangan kekar menjulur kelantai meraih sesuatu, aku tak berpikir panjang…aku memekik panjang
‘eh, sipaaaaaaaaa?…..hoiiiiiiiii!!!” “malinggggg…” itulah kata yang tepat saat itu yang aku teriakan…
aku berlari kebelakang meraih pentungan kayu besar. Entah dari mana keberanian itu datang. Aku membuka pintu belakang, karena kamar ku paling samping. Tapi sayang, mahluk tak di kenal itu sudah raib…beberapa tetangga terbangun…termasuk seisi rumah
“mana malingnya….??” Tanya beberapa tetanga yang terbangun.
Aku mengelilingi sekitar rumah, kalau-kalau dia masih ada di dekat sini. Nihil…
‘periksa kamar kamu?” ujar ibu…aku melangkah ke kamar. Semuanya baik-baik saja…ah! Tidak! Mana hp ku? Hiks…benarlah yang di raihnya tadi adalah hp…aku menghela napas panjang penuh penyesalan.
“hp ku yang hilang bu…”
“untung hp yang hilang, bukan kepala kamu!” jawabnya ketus…ah masih untung! Cuma hp. Walaupun ada rasa kecewa dalam hatiku.
Mana si Mumun, bisanya tiap malam dia menggonggong. Kenapa dia bisu malam ini, malah tertidur pulas di depan pintu…anjing sialan upatku. Ternyata memang pagar belakang tidak terkunci. Dan aku pun lupa jika pintu kamar terbuka…untung jendela kamarku ada teralinya, jika tidak apes dah….kejadianya tepat pukul 04.56 pagi.
Aku masih menghubungi no hp ku, pertama aktif…setelah itu non aktif lagi. Aku mencoba sms searif mungkin. Beberapa menit kemudian aku mencoba menelpon dan ternyata aktif…alangkah tidak bijaknya jika aku mencaci maki dia…sudah lah…mana ada penjuri sadar diri…mungkin dia adalah salah mahluk Tuhan yang tak beruntung, makanya dia mencuri. Aku mencoba berpikir positif. Semoga saja hatiku benar-benar ikhlas…Cuma Tuhan yang tau sebenaranya betapa kesalnya aku…