Monday, March 19th, 2007
jika….
kau tau….
hati ini hanya satu….
tak mngkin mampu satu hati ini bersandar dengan dua hati yang berbeda
jika….
kau tau….
hati ini hanya satu….
tak mngkin mampu satu hati ini bersandar dengan dua hati yang berbeda
kenapa harus bertengkar dengan masalah yang sama. ah, terkadang aku capek, harus menghadapi msalah itu-itu saja denganya. dia selalu cemburu…bagaimana aku bisa meyakinkan dia bahwa aku benar-benar mencintainya?
aku tak bisa berbuat apa-apa…
sayang…bagaimana agar kau bisa yakin bahwa aku sangat mencintaimu….dia adalah masa lalu ku. kenapa kau selalu cemburu dan marah?
aku sudah kehabisan kata-kata….aku tak tau lagi harus bagaimana
tapi yang pasti aku sangat mencintaimu….
blaaaaaaaaaaammmmm…..itu adalah bantingan pintu yang cukup keras. aku hanya bisa menarik nafas panjang, mencoba sabar…dan terdengan isakan tangis dibalik tembok bercat putih itu. jelas gadis kecil ku sedang marah hari ini…aku tak mencoba mengetuk pintu kamarnya….aku menarik kaki ku keluar rumah…tapi ku tahan mendengar isakanya semakin keras…aku kembali mendekati pintu kamarnya….
"entar kk temani lagi…tapi sekarang kan soreh ya. kk ada janji" suara ku melengking di balik pintunya. tidak ada respon, tangisnya pun mulai mereda dan memelan. dan kereek dia membuka pintu. wajah pucat nya muncul di balik pintu. dia menyeka air mata yang masih menempel di kelopak mata nya.
"bentar aja perginya…entar balik lagi"
"bentar trus…..pergi trus…." aku terdiam. kata polos itu seakan menusuk bagian hatiku.
dalam diam ku kali ini…
aku berpikir….
entah Tuhan masih merkenan memberikan cahayanya untuk gadis kecilku…
entah berapa banyak waktu yang kubuang untuk bersamanya. tapi itu ku lakukan agar hatiku tak mati bersamanya…..dan ragaku tak mati bersamanya….jikapun aku mendahuluinya…begitu pun hatinya…..karena cinta ku di balut ilusi…..karena takdir berputar bukan di tangan manusia…..
penyesalan terbesar dalam hdup ku adalah memiliki mu….
kerena dengan memiliki mu aku takan sanggup melepas mu….
kan kubiarkan hati ini terluka…jika hari itu datang…agar air mata ini tak di terima di bumi
agar….jalan ku tak kosong
agar nanti setiap jalan yang kulalui tak ada bayangan mu mengikuti ku….
jika itu adalah kau yang di beri jalan panjang…..
agar bayanganku tak mengikuti jalan mu….
akan terasa sakit hati…jika ingin di lupakan oleh jiwa yang mencintai…dan dicintai
kau belum cukup mengerti tentang arti sakit yang sebenarnya….
jikau kau menangis karena sakit ragamu….masih ada obat sayang….tapi jika hatimu yang sakit kemanapun kau mengembara mencari obat nya takan kau temui….
cepat tumbuh lah remaja dan dewasa…agar kau bisa mengerti betapa….hdup ini begitu luas….banyak jalan yang menjanjikan pilihan….pilihlah sesui dengan QOLBIN mu…..
sungguh aku mencintaimu bidadari kecilku
ini waktu rambut qw gak pelontos…
awalnya…BERSUMBER dari salwa putri wijaya
adek kecil qw…kalo sekolah, rambut harus di kepang, walupun pendek.. …harus di sisir rapi…kadang pakek minyak rambut kakak nya…baunya dah kemana-mana…ampe tikus aja lari..hahahha…belakangan…dia sering garuk-garuk kepalanya…kadang sering ketauan di kamar…dia lagi cari sesutu dikepalannya…ihh…qw kan aneh..apa yang dia cari di kepalanya coba…tau-taunya dia panen..panen telur kutu..hahahaha…maqqqq..pantes..dia sering di kamar….
trus…kalo pulang sekolah rambutnya masih rapi bisanya…tapi kadang dag bediri-bediri…trus…kalo makan..sering garuk-garuk kepalanya pakek sendok…trus…
akhirnya…malam-malamnya…waktu dia tidur…qw pengen liat…apa bener tuu…ada kuman-kuman di kepalannya…saat dia tdur nyenyak ngilerr ..ileranya ampe bantal tuu basah…qw liat-liat…ehh…ternyata benarrr….waaaahhh adek qw kutuan..akhirnya malam itu….qw berburu kutu…CETASS..CETASSS…qw bunuhin..tapi gak abis..abis..karena kekencangan qw ngambil telur-telurnya yang sudah bertebaran…dia kebangun..trus nangis…meraung-raung
"huaaahuahh..hiks..hiks…sakit…huahuah"
"cup..cup…tidur lagi..ahhhh..maaf..maaf"
"kakak apo kan kepala ku nei…sakit tauuu" dia memukul-mukul tangan ku
"yaaa…cuma lepasin kutu.."
"biarlahhhh….sakitt…gakkk lagii…huachuahh.." ayaks makk..gagal deh…terpaksa bujuknya lagi…
"ihh kutuannn .."
"biarlahhh…"
"udah lama kan..? kok diam aja"
"gak tau…tau-taunya udah ada kutu."
besoknya…dendam banget qw sama tu kutu…qw mandiin dia pagi-pagi…trus qw sampohin banyak-banyak…..trus qw tanya-tanya sama temen-temen pembasmi kutu apa…trus mereka bilang peditoks…selama seminggu qw bersihin kepala dia..pakek pedetok sampai musnah kutunya….
tapii….kepala qw ikutan gatel…dan ternyata kutunya udah terbang ke kepala qw…tidaaaaaaaaaakkkk qw histeris banget…
ahhhhhh…musnah kau kuru..pakek pidetok…sampai habis…..haaa…mati kau…..
"nehhhh.."
"apa neh…." ah gara-gara hujan hampir seharian qw gak bisa kemana-mana hari ini…terkurung di gedung ini..semuanya sama kayak nya pada gantuk dan gak semangat….
"edit..trus…benarin ceritanya, buat semenarik mungkin" di terima dengan lapang dada, tugas dari bos….
"ya.."
" 15 menit…harus selsai" maaaaqqqqq….yang benar saja. padahal pengen santai. lepas dulu neh jaket…biar semangat. dengan segelas kopi bagus neh kayaknya….padahal dari tadi asik buka situs…hiks..hiks…di kasih nya tugas, gak bis aliat orang senang neh…ini mah bukan ngedet namanya tapi nulis ualang…
wiiingg…wingggg hujan merayu neh….pengen dia aku tertidur nyenyak….qw ngantuuuuukkkk…..sdah segelas kopi masuk keperut, berharap agar ngantuknya ilang…tapi…masih juga….
"sudah…"ahhhh…tak terasa 15 menitnya sudah berlalu…aku nyengir…
"dikit lagi…."
"ya sudah 5 menit" ah maqqq….si bos mah….nggk pnya peri ke ngantukan…apa dia robot ya…gak pernah senyum perasaan dari tadi…crettt…cret…tuk…tukkk..tuk…entah apa jadinya tulisan ini….selsai….
ahhh..enaknya dingin-dingin makan mei kuah panas-panas trus minum teh…keluar ah…cari makan dulu…tapi…berrrrrrr…hujanya deras trus dinginya minta ampunnn…tarik lagi neh kaki…
cerah lagi deh…..
gak ujan….
ngantuknya juga udah hilang
hujan deras menyapa kota bengkulu tanpa berhenti….wuiiihhhh dinginnnn….wayahhh….jam enam. keluar kamar dengan muka kusut dan mata bengkak…bukan nangis atu, bengkaknya gara-garanya tidurnya jam setengah lima….ahhhhh….
melongok ke kamar mahluk-mahluk kecil itu…kaget saat salah satu dari mereka tidak ada di tempat tidut..kemana….iiihhhh udah tergeletak di lantai cowok kecil itu…ah biarlah. mau cuci muka dolo. letihnya seluruh otot rasanya di ikat. udah lama gak olahraga. huammmm!
selsai solat subuh…keciangan (malu) lihat-lihat keluar…duh indah nya hujan ternyata…segar…apalagi lihat butiranya menyentuh daun-daun di pekarangan rumah. masih sepi. tidak terlihat satupun orang yang lewat seperti bisanya…enaknya terbalut selimut, anget. tapi gak ah…enakan di sini bercengkrama dengan hujan.
enak-enaknya nguap…n`ngelamun…
"kakak..aku gak sekolah" si kecil bangun..dia ngocek-ngocek matanya..dia nongol di daun pintu…aku pura-pura gak denger. dasar pemalas…
"kak…ujan kan. malas aku sekolah"
"trus…"
"gak sekolah pokoknya…"
"pemalas…cepat lah mandi trus kk antar…"
"gak…."
"sekolah gak…."
"gak…"
perdebatan kecil itu berhenti tat kala si kecil salwa datang dan langung duduk di kursi…alah, yang satu ini lagi.belum cuci muka pulak
"nah…ini kenapa pula? sana mandi trus ganti baju kk antar…cepat lahhhh"
"dingin…mandi air panas…airnya belum di panasi…lah telat sekolahnya" pintar sekali dia ngasih alasan….
"gak…sini kk panasi…ayo masuk…kita sekola"
"kalo kami masuk angin..gara-gara hujan"
"hayaaa…sudah lah.pokok nya sekolah." baru diam mereka…akhirnya mengekori ku masuk. asik-asik ngelamun di ganggu pulak….kenapa ikut-ikutan malas juga ya qw…
kasian eh si kembar ku…menggigil kedinginan…
dengan jaket ku balut satu persatu tubuh mereka…
nunggu hujanya sedikit berheti….
baru qw membawa mereka ke sekolah…
"jajan nya mana…" hayaks..hiks….
"kan udah di kasih sama ibu…udah ah"
"cuma 1000…kan ujan…" apa hubungan nya hujan dengan uang jajan
"nahhh…"aku mengeluarkan dua lembar uang 1000 an….
"entar plangnya nunggu di sini..sampai..ada yang cemput…"
"siapa yang cemput"
"liatlah kelak…udah ya…kk pergi" muachh…muachhh…dua kecupan mendarat di pipiku…ah enaknya di ciummm….aku melongok ke pagar sekolah mereka…setelah tubuh-tubuh mungil itu hilang di pintu kelas mereka aku baru pergi menjauh….
"hacccccccccciiiiiimmm" bersinnn…jangan flu…jangan fluuuu….jangan hari ini….ku mohon jauhlah virus….
"hacimmm" pasti jelek neh kalo flu….asal jangan flu burung aja deh wkwkwkwkwk
aku mulai merasa, bahwa aku seperti minta belas kasian kepadanya. ah. seharusnya tak aku ceritakan semuanya padanya. aku menyesal…walaupun aku begitu mempercayainya. dia terlalu lembut untuk mengetahui betapa kerasnya duniaku. betapa banyak batu terjal yang menghalangi jalan ku.
aku memaksanya masuk kedunia yang sama sekali belum di jalaninya walaupun itu cerita. dia terlalu baik untuk mengetahui nya. seharusnya…aku selalu membuatnya tersenyum.bukan membuatnya menangis tersedu…
duniaku….
berbeda dengan dunianya
duniaku hanya aku yang tau
dunianya…
salah kah aku jika ingin berbagi…dengan orang sebaik dia?
aku hanya ingin sekedar membuat sandaran hati yang semakin lelah ini, agar ada sedikit kekuatan melewati terjalnya kehidupan…
beratus sudah surat itu tertulis. hanya bisa ditulis dan dibaca kembali. tanpa tau kapan bisa di baca oleh wanita yang di panggil ibu. agar sosok mulia itu tau, betapa rindu sudah berkarat
menjadi musafir dan penjelajah bumi untuk mencari sebuah sorga… di bawa naungan telapak kaki seorang ibu
malam yang mendengung….
seakan mengehentakan jiwa yang kosong
mengiris potongan terahir hati yang tingal sisa kepingan belaka…
yang tersisa hanya untuk sang ibu
berkatalah hati kembali malam ini
taukah kau ibu bahwa anak mu sudah dewasa kini
anakmu telah bisa mengenal cinta
anakmu telah mengenal kecewa
anakmu telah mengenal dosa
anakmu kini ada di sini…
yang selalu termangu disaat melihat ibu-ibu lainya
yang selalu tertegun di saat ibu-ibu lainya merbicara tentang anak laki-laki mereka
yang teriris pilu di saat kerinduan hanya menggantung tanpa terpaut
duhai dunia kemanakah kau sembunyikan ibuku…
adakah kau menaruh simpati untuk membawa satu jiwa
membasu kaki seorang ibu dengan air matanya yang telah di tampung bertaun lamanya
bawalah…kan ada dekapan terindah untuknya
takan bertanya lagi jiwa yang teluka….
Entah mengapa dia tiba-tiba bertanya hal yang tak seharusnya dia tanyakan. Aku jengkel luar biasa…kenapa akhir-akhir ini kami selalu saja bertengkar. Seharusnya dia tak perluu menanya kan itu lagi…kukira itu hanya pertanyaan bodoh. Dia bilang ikhlas dan rela jika aku memilih orang lain, alasanya selalu kelise “dia tidak mau menjadi penghalang untuk kebahagiaan ku”…itu trus yang dia katakan. Kadang timbul pikiran bahwa dia hanya mencari-cari alasan untuk menjauhi ku. Seharusnya dia menghargai pilihanku. Mungkin dia tak merasa bangga mempunyai aku? Yaaaa…aku mengrti, karena aku tak patut untut dibanggakan
Karena kesal…aku mengatakan hal yang tak mesti aku katakana. Tapi kenyataannya dia sepertinya menerima saja, tanpa menunjukan sikap cemburunya…aku benar-benar marah, tapi nampaknya dia juga marah dengan sikap ku.
Dia sudah berusaha untuk mengrti dan menutupi kekuranganku. Tapi kenapa dia tak pernah mengrti jika aku benar-benar memilihnya. Dia juga belum yakin 100% …ya aku mengrti jika dia belum bisa percaya begitu, karena aku pernah menghinatinya. Tapi apakah salah jika aku mencoba untuk mengembalikan kepercayaan itu…aku tak mau dia menangis lagi hanya gara-gara tingkah ku…hanya karena sikapku…
Jika aku merayu dikit pasti di komentari seperti ini “alah sama cewek lain pasti gombal seperti itu” hmmmm…salah lagi. Duh…wanita-wanita, betapa kau sulit untuk di mengrti…
Aku bukan manusia yang sempurna bagimu…tapi dengan adanya dirimu aku bisa sempurna…aku ingin kita saling mengisi. Aku mencoba merangkai kata setia bersamamu, kendatipun sulit…
Aku pun ingin mejadi pasangan yang bisa kau banggakan. Walupun kau tak pernah bangga padaku. Walaupun kau kadang malu hanya karena kecerobohanku…
Tapi aku tenang bersamamu…karena kau adalah gadis jujur dan baik. Aku tak sempurna…aku banyak mempunyai kekurangan…tapi aku menyayangimu
Trus terang aku bangga padamu…aku bangga mempunyaimu. Karena kau adalah cerita terindah saat ini….
Kenapa harus marah?
Aku tak berniat membuatmu selalu marah. Aku tak senang membuat marah…kalau bisa aku ingin selalu membuatmu tertwa dan tersenyum….karena aku sangat mencintaimu…aku menghargaimu….aku menghormatimu…aku sangat senang jika kau bahagia…
jika…aku tak bisa membuat mu bahagia dan jika kau tak nyaman…aku akan sangat menghargai keputusan mu…
mendapatkan sosok seperti mu bukan lah kesempatak ketiga dan setrusnya…karena kau adalah anugrah….karena aku sangat mencintaimu…aku ingin selalu bersamamu…betapa tersiksanya aku jika jauh dan tak bisa jujur padamu….aku selalu memikirkan mu….
Jika kau membaca ini semoga kau mengrti…betapa kau berharga…jika kita bertengkar itu biasa…tapi yang tak biasa adalah jika kau selalu mengungkit sesuatu yang benar-benar ingin kulupakan…
07032007
jam 11 aku baru sampai di rumah Aku lelah sekali. Mataku berat. Tak sabar aku ingin menghepaskan tubuh ku berbaring. Dengan setengah tenaga aku melemparkan ransel dan topiku dikasur. Aku membaringkan tubuh ku di lantai yang beralaskan karpet abu-abu. Ku ambil hp dari saku jelana ku. Setelah mengetik beberapa sms, aku mencoba memejam kan mataku. Rasa lelah sekali. Aku tertidur didekat jendela. Tanpa sadar apa jendela itu sudah tertutup apa belum dan aku tak sempat memperhatikan jika tirainyapun setengah tertutup. Ah, aku capek tak terpikir di benaku saat itu. Bahwa akan kedatangan tamu tak di undang…
Hingga sesuatu membangunkan aku. Tidak lah sulit bagiku untuk terjaga jika ada suara sekecil apapun. Telingaku menangkap bunyi yang berkemerisik tepat di atas kepalaku, setengah sadar aku mebuka kelopak mataku, astaga…aku langsung melompat dari lantai demi melihat sebuah tangan kekar menjulur kelantai meraih sesuatu, aku tak berpikir panjang…aku memekik panjang
‘eh, sipaaaaaaaaa?…..hoiiiiiiiii!!!” “malinggggg…” itulah kata yang tepat saat itu yang aku teriakan…
aku berlari kebelakang meraih pentungan kayu besar. Entah dari mana keberanian itu datang. Aku membuka pintu belakang, karena kamar ku paling samping. Tapi sayang, mahluk tak di kenal itu sudah raib…beberapa tetangga terbangun…termasuk seisi rumah
“mana malingnya….??” Tanya beberapa tetanga yang terbangun.
Aku mengelilingi sekitar rumah, kalau-kalau dia masih ada di dekat sini. Nihil…
‘periksa kamar kamu?” ujar ibu…aku melangkah ke kamar. Semuanya baik-baik saja…ah! Tidak! Mana hp ku? Hiks…benarlah yang di raihnya tadi adalah hp…aku menghela napas panjang penuh penyesalan.
“hp ku yang hilang bu…”
“untung hp yang hilang, bukan kepala kamu!” jawabnya ketus…ah masih untung! Cuma hp. Walaupun ada rasa kecewa dalam hatiku.
Mana si Mumun, bisanya tiap malam dia menggonggong. Kenapa dia bisu malam ini, malah tertidur pulas di depan pintu…anjing sialan upatku. Ternyata memang pagar belakang tidak terkunci. Dan aku pun lupa jika pintu kamar terbuka…untung jendela kamarku ada teralinya, jika tidak apes dah….kejadianya tepat pukul 04.56 pagi.
Aku masih menghubungi no hp ku, pertama aktif…setelah itu non aktif lagi. Aku mencoba sms searif mungkin. Beberapa menit kemudian aku mencoba menelpon dan ternyata aktif…alangkah tidak bijaknya jika aku mencaci maki dia…sudah lah…mana ada penjuri sadar diri…mungkin dia adalah salah mahluk Tuhan yang tak beruntung, makanya dia mencuri. Aku mencoba berpikir positif. Semoga saja hatiku benar-benar ikhlas…Cuma Tuhan yang tau sebenaranya betapa kesalnya aku…