UNTUK BIDADARI BENINGKU (bagian 2)
apakah hari ini kau marah?
Saat aku tak ada untuk mu
Saat rasa kecewa itu begitu menguat
Memenuhi jiwamu
Entah berapa hitungan hari lagi
Aku ingin kembali menyentuh mu dengan kata-kata
Lama sekali…
Dan semuanya sudah menggunung
Ingin kau tumpahkan
Seperti lahar yang memerah
Saat itu aku ingin menjadi sungai untukmu
Agar semua sejuk
Menerpa jiwamu…
Hingga seperti embun yang menempel di daunan di pagi hari
Takan ada yang akan kau pendam, bukan?
Pukulah aku dengan kata-katamu
Jika tangan mu tak jua mampu
Aku akan mengunci tenggorokan ku
Agar tak ada pembelaan…
Dan aku akan membisikan kata-kata
“jangan marah lagi…”
karena wajah mu yang putih bening itu
akan siran jika di sembunyikan
dengan api amarah
seperti api yang menggulung matahari…
bukan kah begitu wahai wanita yang
ku harap kan menjadi darah yang mengalir di tubuhku
October 13th, 2006 at 9:06 am
mmh..numpang komentar.
^_^
bagus puisinya
October 14th, 2006 at 12:40 am
maksih joe…hehehehhe
October 14th, 2006 at 6:54 pm
hiks..hiks…
yank puisi km sedih bgt seh, tp bagus yank…. terus berinspirasi yaa…
muachh…