CAPEK!!! “Kakak jangan matiiiiii!!!!!!” (Catatan tentang si twin. Ketika letih menyergap seluruh tubuhku)

Tepat pukul lima soreh aku telah ada di rumah
Bruukkk! Tubuh tinggi ku menghantam kasur. Dan tergolek sukses…kaos kaki hitam masih menempel di kakiku, topi berwarna merah masih bertengger di kepala ku menutupi rambut…mataku benar-benar lelah. Ketika semua capek ku hampir di terbangan oleh mimpi..tiba-tibah saja ada yang menindih punggung ku berat sekali!!! aku kaget seketik langsung membuka mataku lagi-lagi si gembar.

Dan kedua anak itu sudah duduk di punggung ku…ya ampun! bahkan aku tak bisa istirahat. Karena kelewat ngantuk aku mebiarkan saja…. mahluk mungil itu tertawa-tertawa ringan. Terdengar sayu colotehan yang tak sempat ku tangkap apa yang sedangn mereka bicarakan… harus bagaimana lagi. Walaupun aku melengking atau marah…mereka tetap tidak akan mengrti kalau kakak mereka sedang benar-benar letih hari ini.
“kakak…banguuuuunnnn…kita main PS” alah mak jang!! Salwa berteriak-teriak di telingaku…
“iya kak…tadi adek menang main Dragon Ball sama Salwa” aku mengambil bantal dan menutup telingaku. Tapi mereka tak menyerah begitu saja…
“kakak…capek yach?” eh, aku kaget demi mendengar pertanyaan Salwa…lalu berlahan aku membuka mataku dan menatap wajah imutnya…yang berbaring menelungkup memandang wajahku, aku mengembangkan senyum dan mengangguk pelan.
“sini adek pijaki punggung nya…” tawar Sahwal…kebetulan otot-otot pegal-pegal…dengan senang hati aku menelungkupkan tubuh ku… cekatan telapak kaki kecil Sahwal sudah mondar-mandir di belakang tubuhku, sesekali terjatuh dan kembali naik. Aku merasa lebih baik…tapi tiba-tiba saja terasa berat dan sakit…ya ampun! Salwa pun naik…aku mengerang kesakitan ketika mereka meloncat-loncat di tubuh ku.

Kukira mereka akan benar-benar mengerti? Ternyata dugaan ku meleset jauh…aduuhhh! dan main silat-silatan pula, dikira mereka tubuh ku ini adonan yang mau di ratakan dan satukan…dasar anak kecil
“ matiiiiiiiiii! Kakak kalo gini…turuuunnn sakiiiiiiittt” teriaku, tapi mereka tak jua mau berhenti
“ciattt..ciattt…” eleh-eleh, mereka semakin menjadi

Dan tiba-tiba saja muncul di benak ku untuk mengerjai mereka. Pura-pura pingsan sajalah. Aku tak bergerak-gerak dan memejam kan mataku rapat. Setelah tak ada reaksi dariku. Barulah mereka berhenti, tapi…
“ kaaaaaaaaaa…jangan mati…hiks..hiks..hiks…” tiba-tiba saja Salwa terisak pelan seraya memegangi pipiku…sahwal pun tertegun. Aku membuka mataku sedikit melihat muka cemas meraka.
“gara-gara kau ni Sahwal…kekuatan mijak kakak…kan dia matiiiii! Hiks..hiks..hiks…kaaaa maaf kan adekkk…”telapak tangan Sahwal mengelus-elus wajah ku….dan mencium dengan bibir mungilnya. Aku ingin sekali tertwa saat itu. Sahwal hanya terdiam…dan berlahan dia memegangi tangan ku dan memijitnya. Aku ingin saja terpingkal-pingkal…karena tidak tega melihat mereka yang begitu cemas…
“duarrrrrrrrr! “ mereka kaget. Dan secara sepontan aku memeluk si gembar…mereka terdiam di pelukan ku…ach betapa kalian berdua berarti bagi kakak…
“sakit yach kak?” Salwa bertanya polos dalam pelukan ku
“tadi adek loncat-loncat di suruh Salwa” komentar si sahwal…aku tertawa pelan. Dan mereka pun saling menyalahkan.
“iya…sakit. Tapi enak kok..kakak nggak pegal-pegal lagi…eh, lepasin kaos kaki kakak donk?” dengan sigap kedua adik mungil ku itu melepas kaos kaki di kaki ku… lelah ku sudah terlupakan…
“bauuuuuuuuuu…kaki kakak nich iiihhh” kata Salwa seraya menutup hidungnya, dan melempar kaos kaki ku ke lantai. Iya…dia sangat pembersih
“ha..ha..ha..”aku tertawa dan mengajak-ajak rambut gadis keilku.
“yuk kita main PS!” ajak ku
“horeeeeeeeee….”

Mereka berteriak ke girangan. Keduanya berloncatan dari ranjang. Sebenarnya aku ingin tertidur soreh ini, setelah seharian penuh di lapangan kesana kemari. Tapi aku pun harus ada untuk mereka…toh waktu ku banyak di luar dan waktu ku pun besama si gembar tersita banyak. Hanya malam dan soreh hari.
Malam pun kadang aku pulang larut sekarang, ketika mereka telah tergeletak di depan televisi dengan buku-buku pelajaran…pengasuh mereka baru pulang setelah ada aku atu orang tua ku di rumah. Aku akan mengangkat tubuh mungil itu ke kamar…
Mereka adalah harta yang paling berharga bagiku saat ini, tak ada yang lebih inda h kecuali mereka. Si gembarku yang begitu lucu…

Teriak-teriakan ringan terdengar dari bibir kami bertiga.
“ huuuuu…jangan melawan kak” pinta Salwa memelas ketika tangan ku lincah menekan tombol
“loh? Masa` kakak diam ajaaaa…nggak seru lahhh”
“iyo Salwa ni..bilang ajo kau dak pacak main…iihhh kala terus..”
“diam lahhhhh….cerewet nian kau ni awak lanang (padahal cowok)!” dan celpukkkk! Tangan Sahwal memukul bahu Salwa…dan Sahwal tak mau megalah dia menggigit jari Sahwal
“astaga! Tengkarlah lagi!…kakak nyebur aja di bak mandi kalo mau tengkar biar kakak matiii” anjam ku dengan mata melotot. Itulah senjataku satu-satunya untuk menghentikan perang mereka…hehehehhe kadang aku geli sendiri…
“jangan matiiii..idak lagiii” Sahwal memeluk lengan ku
“gara-gara kau ni Salwa…” alaaaahhh! Masih lagi…
“tapi kakak janga melawan main game nyo…” pinta Salwa
“ya sudah lah kakak diam aja…” hehehehe. Salwa kegirangan…
“tu kan adek mengan kak…” aku menggeleng saja…
“sini gantian…”
Begitulah… kedua adik-adiku yang mengisi kekosongan jiwa ku…aku hanya bertahan untuk mereka…ketulusan dari cinta…

One Response to “CAPEK!!! “Kakak jangan matiiiiii!!!!!!” (Catatan tentang si twin. Ketika letih menyergap seluruh tubuhku)”

  1. maniezz Says:

    yankk……….ade km lutu2 bgt seh, ku jd penasaran neh pengen kenal ma mereka…:)

Leave a Reply