KETIKA SAHUR MENJELANG (catatan hatiku 25 september 2006 pkl 04.20)

HP ku berdering beberapa kali. Tangan ku mencari-cari di mana sumber suara tersebut, tapi mataku masih terpejam. Untuk kesekian kalinya aku kembali harus sahur sendiri. Saat kulihat di monitor HP ku, tertera satu nama yang tak asing lagi…
“Hallo…” jawabku dengan suara serak hampir tak keluar
“Kamu sudah bangun?” suara lembut itu menggema di ujung pulau Jawa sana. Malam tadi aku minta di call takut kesiangan. Kebetulan aku sendiri di rumah sahur sedang kan orang tua ku di tokoh.
“Iya…”jawab ku seadahnya. Sebenarnya aku masih sangat ngantuk sekali. Samar-samar mataku melirik jam, duh… baru jam tiga kecepatan nech gadisku membangunkan.
“Ya udah…dadaaa” setelah memastikan aku terbangun dia menutup HP nya. Dengn mata merem melik aku mengetik sms untuknya minta di bangunkan setengah jam lagi.

Ku lirik si gembar yang tertidur pulas di sampingku. Aku melihat ke bawah selim kedua adiku takut saja kalau mereka ngompol lagi, ternyata tidak. Akhirnya aku kembali tertidur. Entah… lah rasanya singkat sekali… HP ku kembali berdering, dengan sigap aku mengangkat nya
“Sudah bangun kok” jawab ku
“Ya udach lah…tapi beneran kamu dach bangun? ” dia kembali menutup HP nya. Aku segera meluncur dari tempat tidur bersiap-siap untuk sahur

Kadang terpikir dalam suasana seperti ini, mengahiri masa lajang, sajalah!!! Tapi kembali lagi… menikah itu perlu persipan yang matang secara fisik dan mental karena menika adalah hal yang paling sacral. Keputusan untuk mengambil anak gadis orang lain adalah keputusan besar dalam hidup…tanggung jawabnya pun bukan sedikit
Si dia yang teramat jauh… ku hanya menjanjikan kata sabar…untuk bidadari ku… kali ini, yang berusaha membangunkan dari lelap ku, untuk menjalan kan sunnah Agama yaitu sahur untuk kemudia menjalankan kewajiban ku sebagai seorang Muslim puasa

Ketika gelap mulai berangsur sirna. Tangan ku masih menari-nari lincah di atas keybord. Dan kau masih menemani ku lewat benda elektonik itu. Beberapa kali aku tersenyum mebaca sms mu…
Diam-diam ku berdoa dalam hatiku lirih :
Semoga Allah mencintaimu karena kau mencintai ku kerenaNya!!!

Leave a Reply