Archive for September, 2006

AGAR BIDADARI CEMBURU PADAMU

Tuesday, September 26th, 2006

Judul buka yang menarik. Karangan dari Salim A. Fillah. Sebenarnya, aku belum tuntas membaca semua bagian, dari buku yang berjumlah 253 Halam itu. Kemaren secara tidak sengaja, aku bertemu seorang teman, yang sedang asik nya duduk di perpustakaan daerah, membaca buku bersampul merah dan covernya gambar seorang wanita memakai mukna sedang berdoa.

Mngkin, karena aku terlalu antusias bertanya tentang buku tersebut, dia memberikan nya padaku, katanya dia telah usai membacanya. Untung saja saat itu aku tak melompa kesenang he…he…he. Malam nya aku mulai menikmati lembar demi lembar buku itu…menganggum kan…buku yang selalu memasukan potongan-potongan sair nasyid ini…setengahnya telah ku lahap…(kayak makanan aja)

Jika membacanya…seolah di bawa hanyut ke dalamnya…akan ku tuliskan kata-kata singkat di belakang buku tersebut :

Ada kata yang merangkum kesetaraan, perhatian dan cinta…

Laki-laki dan perempuan

Saling mengenal, saling
Memahami,saling Bantu
Bergandeng tangan (ups!)
Saling menangung, dan cekatan mendahulukan
Serasi…!

Lalu?
Haruskah kau tau
Bidadari bisa cemburu
Itu tantangan
Untuk mendekatkan sumbu potensi diri

Agar bidadari cemburu padamu?
Bukan dengan tebar pesona fisik, tentu karena pasti muke lu jauh…he..he..
Tak jua membenjarakan diri di dapur, kelambu dan sumur
Karena Allah dan Rasul tak pernah bermaksut begitu

Dengan membacanya…aku ingin segera menemukan sang bidadariku…yang akan menyempurnakan aku sebagai seorang laki-laki.

Bukan kah… laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik dan sebalik nya…lalu terpikir lah oleh ku…apakah aku sudah cukup baik untuk mendapatkan seorang bidadari dunia yang baik…”PERHIASAN YANG PALING INDAH DI DUNIA INI ADALAH WANITA YANG SOLEH”

Mak ehhh!…yang mengenalku…lalu membaca tulisan ini akan tertawa terbahak-bahak…hiks..hiks…hiks…namanya harapan lah…tak salah kan? Tul nggk? Tapi yang jelas…ku ingin dia seperti yang ku harapkan…tapi ku tak memaksa loh…kamu nggak boleh berpikir macam-macam ketika membaca ini. Setiap orang ingin kan kehidupanya lebih baik dari hari kemaren…begitu pun aku…

Karena seorang wanita adalah mutiara dunia…jika dia baik…kalau tidak maka akan jadi racun yang mematikan…tidak percaya….coba saja? hehehheeh
Begitulah….

Akhirnya mereka bahagia selamanya…..hehehehheh ^_^

DIA…YANG INGIN KU MILIKI

Monday, September 25th, 2006

Dia…
Yang selalu kusentuh dengan kata-kata

Dia…
Tak pernah kulihat dengan mata telanjang ku

Seperti potongan terahir…
Di jiwaku…

Dia…
Yang ingin hatinya ku miliki

Dia…
Wanita ku…
Yang akan menunggu ku dengn senyumnya
Seperti bulan sabit…menggantung di bibirnya

Bersabarlah…
Hingga kata-kata suci itu…
Ku sebutkan atas nama Tuhan

Aku akan menyatu dengan mu

Di sisi istana…
Di bangun atas nama cinta…

Tunggulah hingga waktu ada untuk mu dan aku

Wahai bidadari ku yang bening…

MIMPI MELANGIT

Monday, September 25th, 2006

Mimpi….

Yang takan pernah nyata….
Indahnya dalam pikiran
Sakitnya menghentak raga

Hanya berharap di malam hari…..
Menari-nari seperti seokar nyamuk…..
Bebas….

Namun tewas seketika….
Berhamburan cairan merah yang
Telah dia curi paksa…

Beribu kata andai…
Berterbangan…

Jika ingin menerima…
Akan lebih indah di rasa….

Mimpi yang lebih mirip….
Hayalan belaka….

Aku….
Pun merasa kepalaku…
Terasa…sakit!
Aduuuh…kenapa berat sekali?

Mimpi ini….kah?
Yang merantai setiap sendi tubuh ku….

SARAPAN-KU PAGI INI (catatan pagi ini tentang si twin)

Monday, September 25th, 2006

Ketika aku membuka jendela, dan angin pagi bertiup pelan sekali… menerpa wajah ku. Gelap pekat telah sirna, yang ada sekarang adalah terang kebiru-biruan. Aku mengeliat segar…setelah sahur aku tak memejam kan mata lagi. Senandung instrumen doa menggema di setiap sudut ruangan.

“Kakaaaaaaa……” suara manja itu datangnya dari kamar ku. Si kecilku Salwa. Aku menarik kaki ku menuju kamar. Dan ternyata dia sudah terbangun tapi masih tergolek manis di atas ranjang dan tubuh itu terbalut selimut, aku mendekatinya dan menyibakan selimut di tubuhnya…
“Dah bangun…pagi-pagi begini. Nggk ngompol lagi kan?” tanyaku. Dia menggeleng pelan. Aku menggedong nya untuk turun dari ranjang, kemudian dia melangkah ke kamar mandi mencuci muka. Aku kembali kedepan dan menghidupakan televisi. Tak lama si Sahwal pun terbangun, tapi dia sedikit beda… tanpa cuci muka atau bicara langsung ke dapur dan menyambar sepotong kue mengunyahnya dengan semangat. Aku mengernyitkan dahi…biasanya aku akan melengking melihat ulahnya ini, tapi tidak hari ini…sabar…puasa!
“Kenapa nggk cuci muka dulu? gosok gigi kek…” bertanya selembut mungkin
“Laparrrrrrr….” Jawabnya lantang dan cuek. Loh…aku hanya menggelengkan kepalaku…
“ Iiiihhhh…tai mata nya masih ada langsung makan…jorok nian…” dan komentar itupun keluar dari mulut Salwa. Demi mendengar itu Sahwal melempar kue itu ke muka Salwa. Ya ampun…
“Suuuudah lah…pagi-pagi lah tengkar..” aku mencoba melerai…dan tak kala gesitnya Salwa mencibir…
“Sakit gilo…..” pekik Salwa…
“Kau gilo!…bilang orang jorok…daripada kau…”
“Orang tu gosok gigi dulu…cuci muka dulu…” dan perang kata-katapun pecah. Sahwal merasa kesal karena di gurui dan itu dari rival nya di rumah ini. Dia terdiam sejenak… memikirkan kata-kata tepat yang akan membuat si Salwa sakit hati
“ Iiihhhh dari pada kau pacaran dengn kakek Izan…” dan apa respon Salwa ketika mendengr kata-kata Sahwal.
“Huaaaaaa hiks..hiks..kakaaaaaaaaaa…..liatlah Sahwal tu. Bilang adek pacaran samo kakek Izan. Dedek dak gala….” Duh…dia menangis hebat…aku ingin tertawa sekaligus marah. Melihat Salwa meraung-raung Sahwal pun berlari menjauh…

Aku teringat kalau Salwa sangat takut dengan kakek Izan. Tetangga sebelah kami, karena mungkin kelihatan aneh…kepalanya botak kurus..dan giginya tinggal satu di depan. Padahal sebenarnya kakek Izan sangat menyukai Salwa. Tapi setiap kali Salwa melihat kek Izan dia lari kocar-kacir ketakutan dan memucat. Dasar anak kecil…
Dan akhirnya pagi ini pun aku harus di suguhi sarapan seperti ini. Lima menit harus membujuk Salwa agar berhenti menangis…

KETIKA SAHUR MENJELANG (catatan hatiku 25 september 2006 pkl 04.20)

Monday, September 25th, 2006

HP ku berdering beberapa kali. Tangan ku mencari-cari di mana sumber suara tersebut, tapi mataku masih terpejam. Untuk kesekian kalinya aku kembali harus sahur sendiri. Saat kulihat di monitor HP ku, tertera satu nama yang tak asing lagi…
“Hallo…” jawabku dengan suara serak hampir tak keluar
“Kamu sudah bangun?” suara lembut itu menggema di ujung pulau Jawa sana. Malam tadi aku minta di call takut kesiangan. Kebetulan aku sendiri di rumah sahur sedang kan orang tua ku di tokoh.
“Iya…”jawab ku seadahnya. Sebenarnya aku masih sangat ngantuk sekali. Samar-samar mataku melirik jam, duh… baru jam tiga kecepatan nech gadisku membangunkan.
“Ya udah…dadaaa” setelah memastikan aku terbangun dia menutup HP nya. Dengn mata merem melik aku mengetik sms untuknya minta di bangunkan setengah jam lagi.

Ku lirik si gembar yang tertidur pulas di sampingku. Aku melihat ke bawah selim kedua adiku takut saja kalau mereka ngompol lagi, ternyata tidak. Akhirnya aku kembali tertidur. Entah… lah rasanya singkat sekali… HP ku kembali berdering, dengan sigap aku mengangkat nya
“Sudah bangun kok” jawab ku
“Ya udach lah…tapi beneran kamu dach bangun? ” dia kembali menutup HP nya. Aku segera meluncur dari tempat tidur bersiap-siap untuk sahur

Kadang terpikir dalam suasana seperti ini, mengahiri masa lajang, sajalah!!! Tapi kembali lagi… menikah itu perlu persipan yang matang secara fisik dan mental karena menika adalah hal yang paling sacral. Keputusan untuk mengambil anak gadis orang lain adalah keputusan besar dalam hidup…tanggung jawabnya pun bukan sedikit
Si dia yang teramat jauh… ku hanya menjanjikan kata sabar…untuk bidadari ku… kali ini, yang berusaha membangunkan dari lelap ku, untuk menjalan kan sunnah Agama yaitu sahur untuk kemudia menjalankan kewajiban ku sebagai seorang Muslim puasa

Ketika gelap mulai berangsur sirna. Tangan ku masih menari-nari lincah di atas keybord. Dan kau masih menemani ku lewat benda elektonik itu. Beberapa kali aku tersenyum mebaca sms mu…
Diam-diam ku berdoa dalam hatiku lirih :
Semoga Allah mencintaimu karena kau mencintai ku kerenaNya!!!

UNTUK ALLAH KAH APA SANG JILBABER?

Saturday, September 23rd, 2006

Masuk akal, ketika seorang laki-laki selalu memiliki beribu alasan untuk mendatangi rumah sang gadis yang dipuja. Namun bagaimana ketika yang disukai adalah Jilbaber (akhwat) yang memegang prisip tak mau pacaran…apa yang akan di lakukan? Hanya ada satu pilihan alasan yaitu diskusi soal Agama, namun dia pun akan curiga ketika setiap hari atau setiap jam HP nya berdering karena sms atau telpon. Apa yang akan terjadi?

Ini dialami oleh sahabat dekatku. Tak bisanya dia menyukai gadis Berjelbab seperti Nitha. Seorang aktifis kampus dan ketua keputrian Ukm Rohis Fakultas FISIP. Beberapa minggu terahir ini Deni kelihatan sangat rajin membaca dan solat, di luar kebiasaan anak alam seperti dia. Kadang aku tertawa geli ketika memergoki si Deni membaca buku panduan istri dan suami soleh, apakah dia ma melamar gadis itu?

Ternyata dugaan ku meleset. Dia membaca sebarek-amberk buku Agama itu itu untuk satu tujuan berdiskusi dengan sang gadis pujaan agar dia di nilai mempunyai pengetahuan agama. Dan solat nya pun….!!?? Hehehe entah lah niat nya untuk siapa?

Gadis itu lumayan catik, dia adek tingkatku. Tapi kemaren soreh Deni datang kerumah dengan lesunya.
“Ternyata benar dia tak mau pacaran. Katanya kalau aku mau belajar Agama sebaiknya dengan ikhwan saja. Dia tak pantas lagian nanti menimbulkan fitnah katanya” dia berujar pelan. Sebenarnya aku kasian dengan Dani. Kemaren aku telah bicara dengan Nitha, dia mulai tak tenang dengan kedatangan Dani ke rumahnya tiab soreh. Tapi aku tak tega mengatakanya dengan Dani. Biarlah…dan sekarang pun dia telah tau…bahwa niat nyapun salah….

SIRNALAH KANTUKU!!!!

Saturday, September 23rd, 2006

Ngantuk. Beberapa kali mulut ku terbuka dan dan menguap lebar. Mataku seolah di lem, berat sekali…selalu ingin menutup. Padahal jarum baru menuju pukul 19.00. Tak biasanya aku sengantuk ini.

Jika ku hempas kan tubuhku di atas ranjang, tentulah aku akan mendengkur sukses. Namun besok aku harus menyaksikan lipatan delapan wajah bos ku. Dan mendengar kata-kata mutiara dari bibirnya, itu yang ku tak sanggup. Aku harus menyelsaikan pekerjaan ini…kalau tidak itulah yang akan terjadi…omelan demi omelan akan berterbangan dari bibirnya karena tugasku belum selsa. Duh… pergilah kantuk, aku harus bekerja….

Voleme Winam kompunter ku fuul kan. Setidaknya aku akan merasa terganggu…namun di luar dugaan malah senandung A_partymix malah membuat mataku semakin berat. Aku segerah berdiri dan beranjak di depan komputerku, menuju dapur…dengan semangat nya membuat segelas kopi kental pahit. Terlalu berisik mngkin sehingga saat aku membalikan tubuh ku untuk kembali ke kamar, dua orang mahluk mungil itu sudah berdiri di daun pintu dabur…aku tertegun sejenak. Mata-mata lucu mereka mengara padaku
“kakak…adek pipis” gadis mungil yang akan berulang tahun hari selasa nanti itu berucar pelan seraya menguap…si gembarku. Sedangkan bujang kecilku, hanya diam menggarut-garut kepalanya…aku meraih tubuh Salwa dan meletakkan gelas berisi kopi di meja, dan benar dia ngompol lagi celana nya basa…
“kan sudah kaka bilang pipis dulu sebelum tidur…tu kan ngompol…” kataku seraya mengedong nya ke kamar mandi untuk membesrsihkan tubuh nya yang kena ompol.setelah selsain… Aku mengendong Salwa dan menggadeng tangan Sahwal ke kamar ku. Bojah-bojah yang hari selasa ini akan menginjak umur tujuh tahun….

Kadang percuma saja mereka pnya kamar, lewat tengah malam mahluk-mahluk mungil ini akan pindah ke kamar ku atau mengaung menagis minta pindah ke kamar ku. Akhirnya aku menemani mereka tertidur seraya bercerita-erita ringan. Beriring ,mereka tertidur akhirnya kantuku sirna…dan segelas kopi pun telah terlupakan. Semuanya selsai, ketika kokok ayam menggema di telingaku…akhirnya malam ini pun aku tak tidur.

Thursday, September 21st, 2006
  • nafas yang berahir

ada langit membiru merah di sudut matamu
ku tak ingin itu bencimu,yang menjalar di setiap aliran darahmu
terbuka lebar seakan ingin membakar jiwamu yang hampir sirna
di telan sang kabut mengganas….

akhirnya kau jatuh terkulai
di atas tumpukan batu mengeras….
satu satu..nafasmu berhembus…bersatu bersama angin yang lembut…
kau tak rela jika secepat ini…..nafasmu menyatu dengan alam……

relakanlah…karena itu takdirmu……
hadapilah manusia yang sama…mereka semua berumur 14 tahun!

bersamamu di sana…….

aku pun menunggu saat takdir itu hadir

kan kukatan lewat hati

Wednesday, September 20th, 2006

bayangan yang hanya mengitari sunyi ku
memendam rasa di ujung lidah
gelisah…

inikah rasa yang tak pernah ku pahami artinya
ku ingkari…..
semakin ada

duh…andainya bisa

ku ingin….

semuanya sirna
berterbangan bersama sang awan…..

jauhlah….

hingga ku tak mampu menggapaimu……

dan tak mampu jua mataku menerawang mu kembali….

pergilah…